Kisah ini berawal dari pertemuan seeorang superhacker Kevin Mitnick dan temannya Alex Lowe dengan seorang pria yang berniat menjebak mereka. Pria itu berpura-pura memiliki informasi penting untuk Mitnick dan Lowe, tapi sayangnya Mitnick tidak gampang percaya. Mitnick dan Lowe memilih pergi meninggalkan pria itu,tetapi sebelum beranjak dari tempat duduk tiba-tiba pria itu menyebut tentang Switched Access Service (SAS). SAS merupakan jasa khusus yang perusahaan telepon California Selatan tawarkan ke FBI, yang berfungsi mengawasi telepon kemana dan kapan saja. Kevin Mitnick penasaran akan hal itu, maka ia pun mencari tahu tentang SAS lebih jauh dengan menggabungkan kemampuan hacker dan keahlian menipunya. Selama 2 tahun Mitnick menyalahgunakan SAS tersebut , hingga ia menjadi buronan paling yahud yang diincar FBI. Mitnick ternyata terlahirkan sebagai manusia yang cerdik yang mampu memperdaya agen-agen FBI yang mengincarnya.
Suatu saat pemerintah mengadakan Kongres yang dihadiri seorang fisikawan komputasional yang bernama Tsutomu Shimomura. Shimomura kini menjadi peneliti senior di San Diego Supercomputer Centre. Pada Kongres tersebut ia mendemonstrasikan kemampuan sebuah ponsel keluaran dari Perusahaan Nokitel yang berfungsi sebagai pemindai. Disaat bersamaan ternyata Kevin Mitnick melihat itu dan ia pun berkeinginan mendapatkan kode Nokitel tersebut. Mitnick mencoba menghubungi Tsutomu Shimomura dengan menyamar sebagai Bill Rondell dari Sun Microsystems, tapi ternyata tidak segampang itu menipu Shimomura, Mitnick pun ketahuan kalau menyamar. Mitnick tidak menyerah begitu saja, ia terus mencoba mencari tahu dan akhirnya ia berhasil menge-hack data yang dimiliki Shimomura. Shimomura khawatir dengan data yang berhasil di-hack Mittnick karena pada data tersebut terdapat rahasia yang sangat penting yaitu Contempt. Contempt merupakan penyakit komputer yang diciptakan oleh Shimomura (tidak bekerjasam dengan pemerintah) untuk menembus dan membuka segala pertahanan yang dikenal.
Masalah semakin runyam akibat ulah Mitnick. Shimomura pun mencari akal untuk menghentikannnya hingga seorang agen FBI, Mitch Gibson, mengajaknya bekerjasama untuk menangkap Kevin Mitnick. Tidak hanya Gibson, Jake Cronin dari Cellular One Seattle pun ikut membantu memberikan data mengenai keberadaan Mitnick yang kemungkinan terlibat dalam penipuan perusahaan Cellular One. Memiliki kapasitas sebagai seorang hacker membuat rasa penasaran Mitnick menjadi besar dalam hal memecahkan kode sandi Contempt ciptaan Shimomura. Mitnick menelusuri arti kode-kode itu melalui komputer Departemen Sains suatu kampus, dan seperti biasa ia menggunakan trik menipunya untuk mengelabui keamanan kampus. Disamping ituu Shimomura dkk terus melacak keberadaan Mitnick yang begitu sulit untuk ditemukan. Shimomura terus bekerja keras hingga ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Akhirnya jerih payahnya terbayarkan , ia berhasil melacak posisi Mitnick dan ia langsung menghubungi FBI untuk segera menangkap Mitnick. Mitnick tertangkap di Raleigh, Carolina Utara, tetapi ia masih menyempatkan diri untuk meng-upload kode Contempt yang ia pecahkan ke dunia maya. Tujuannya adalah agar masyarakat tahu apa yang telah diperbuat dan dirahasiakan oleh Shimomura. Kevin Mitnick dipenjara selama 5 tahun dan dikenakan denda oleh pemerintah, sedangkan Tsutomu Shimomura melanjutkan pekerjaannya sebagai konsultan bagi perusahaan Fortune 500.
Suatu saat pemerintah mengadakan Kongres yang dihadiri seorang fisikawan komputasional yang bernama Tsutomu Shimomura. Shimomura kini menjadi peneliti senior di San Diego Supercomputer Centre. Pada Kongres tersebut ia mendemonstrasikan kemampuan sebuah ponsel keluaran dari Perusahaan Nokitel yang berfungsi sebagai pemindai. Disaat bersamaan ternyata Kevin Mitnick melihat itu dan ia pun berkeinginan mendapatkan kode Nokitel tersebut. Mitnick mencoba menghubungi Tsutomu Shimomura dengan menyamar sebagai Bill Rondell dari Sun Microsystems, tapi ternyata tidak segampang itu menipu Shimomura, Mitnick pun ketahuan kalau menyamar. Mitnick tidak menyerah begitu saja, ia terus mencoba mencari tahu dan akhirnya ia berhasil menge-hack data yang dimiliki Shimomura. Shimomura khawatir dengan data yang berhasil di-hack Mittnick karena pada data tersebut terdapat rahasia yang sangat penting yaitu Contempt. Contempt merupakan penyakit komputer yang diciptakan oleh Shimomura (tidak bekerjasam dengan pemerintah) untuk menembus dan membuka segala pertahanan yang dikenal.
Masalah semakin runyam akibat ulah Mitnick. Shimomura pun mencari akal untuk menghentikannnya hingga seorang agen FBI, Mitch Gibson, mengajaknya bekerjasama untuk menangkap Kevin Mitnick. Tidak hanya Gibson, Jake Cronin dari Cellular One Seattle pun ikut membantu memberikan data mengenai keberadaan Mitnick yang kemungkinan terlibat dalam penipuan perusahaan Cellular One. Memiliki kapasitas sebagai seorang hacker membuat rasa penasaran Mitnick menjadi besar dalam hal memecahkan kode sandi Contempt ciptaan Shimomura. Mitnick menelusuri arti kode-kode itu melalui komputer Departemen Sains suatu kampus, dan seperti biasa ia menggunakan trik menipunya untuk mengelabui keamanan kampus. Disamping ituu Shimomura dkk terus melacak keberadaan Mitnick yang begitu sulit untuk ditemukan. Shimomura terus bekerja keras hingga ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Akhirnya jerih payahnya terbayarkan , ia berhasil melacak posisi Mitnick dan ia langsung menghubungi FBI untuk segera menangkap Mitnick. Mitnick tertangkap di Raleigh, Carolina Utara, tetapi ia masih menyempatkan diri untuk meng-upload kode Contempt yang ia pecahkan ke dunia maya. Tujuannya adalah agar masyarakat tahu apa yang telah diperbuat dan dirahasiakan oleh Shimomura. Kevin Mitnick dipenjara selama 5 tahun dan dikenakan denda oleh pemerintah, sedangkan Tsutomu Shimomura melanjutkan pekerjaannya sebagai konsultan bagi perusahaan Fortune 500.
selamat membaca y bu Retno Rovi yang baek.. hoho...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar